Alasan Menjadi Delegasi Pemuda Indonesia

Setiap orang tentunya mendambakan bisa berkunjung ke luar negeri. Ada yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di luar negeri, urusan bisnis dan sekedar berliburan. Apapun kepentingannya, seseorang sangat perlu mengupayakan dirinya untuk berkunjung ke luar negeri. Hal ini memberikan banyak manfaat yang akan menunjang kemampuan seseorang tersebut.

Akhir-akhir ini banyak program yang menawarkan pemuda untuk berkesempatan ke luar negeri. Baik dalam rangka pertukaran pelajar asing, beasiswa ke luar negeri dan program menjadi delegasi pemuda Indonesia. Kesempatan ini tidak serta merta hanya memberangkatkan pemuda ke luar negeri saja untuk sekadar kunjungan. Misi delegasi ini tentu saja akan mendatangkan kebermanfaatan yang lebih luas.

Setidaknya ada 4 tujuan yang diharapkan dari misi delegasi berikut ini:

1.Menambah pengalaman dan pengetahuan baru di negara tujuan

Pengalaman merupakan hal yang paling penting dalam hidup seseorang. Kondisi di mana seseorang pernah mengalami suatu hal yang menyenangkan atau hal buruk sekalipun. Pengalaman ini menjadi guru terbaiknya sebab pengalaman memberikan gambaran yang nantinya bisa menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Begitu juga dengan pengetahuan merupakan sarana utama untuk kemajuan peradaban manusia. Negara yang memiliki masyarakat dengan kemampuan pengetahuan yang tinggi maka akan membuat negara mampu mengatasi segala masalah, baik masalah alam, sosial, ekonomi dan budaya.

Oleh karena itu, berkunjung ke negara lain adalah cara untuk menambah pengalaman dan pengetahuan baru. Setiap negara memiliki permasalahan dan solusi tersendiri yang bisa menjadikan contoh dalam menyelesaikan permasalahan di negeri sendiri. Terkadang negara lain juga mampu menciptakan sebuah inovasi atau terobosan yang memperkaya pengetahuan seseorang. Sehingga seorang pemuda sudah selayaknya berguru kepada negara yang akan dikunjungi demi kemajuan bangsanya sendiri.

2. Menciptakan pemuda /i bangsa yang berwawasan internasional

Pemuda/i yang merasakan interaksi dengan dunia luar akan membawanya pada wawasan internasional. Di mana pemikirannya akan terbuka dengan perspektif yang baru. Wawasan internasional ini akan memudahkan pemuda/i menyikapi era globalisasi tersebut. Dengan adanya wawasan yang terbuka pemuda/i Indonesia akan mampu memberikan sumbangsih pemikirannya sehingga menjadi nilai tawar bagi Bangsa Indonesia di kancah Internasional.

3. Memberikan kesempatan kepada pemuda/i untuk lebih mengenal adat istiadat, kesenian, budaya di negara tujuan dan saling bertukar informasi

Berdasarkan pengakuan dari Persatuan bangsa-Bangsa (PBB), ada sekitar 195 negara di dunia. Negara ini tentu memiliki keunikannya masing-masing mulai dari keanekaragaman adat-istiadat, tradisi dan budaya serta keseniannya. Pemuda/i yang berkunjung ke luar negeri akan berkesempatan mendalami budaya negara tujuan. Seperti mengenal adanya kebiasaan orang jepang menikmati bunga sakura yang sedang mekar di pertengahan bulan maret. Ini disebut Hanami. Lainnya ada festival songkran yaitu festival siram air pada belalai gajah di Thailand yang dilakukan pada bulan april.

Disamping mendalami tradisi unik berbagai negara, momen ini juga dijadikan sebagai ajang pertukaran informasi. Di mana Indonesia pun memiliki banyak keunikan yang membanggakan. Ada 17 warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Diantaranya kesenian tari saman dan wayang kulit ataupun sekaten yakni proses upacara adat di Surakarta – Jawa Tengah memperingati isra’ miraj dan lain-lain. Oleh karena itu, delegasi Indonesia juga bisa memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Indonesia agar Indonesia tidak hanya berbicara tentang Bali saja.

4. Menciptakan jaringan informasi, dan komunikasi antar pemuda/i

Dalam berkunjung ke luar negeri, para pemuda/i secara otomatis akan berkomunikasi dengan orang luar negeri. Di sana tentunya akan terbentuk jaringan informasi untuk memudahkan komunikasi dan interaksi antar pemuda/i. Adakalanya saat mendelegasikan diri ke luar negeri akan bertemu dengan pelajar/mahasiswa Indonesia atau dari negara lainnya yang tengah menempuh pendidikan di negara tujuan.

Hal ini menjadi kesempatan untuk menambah teman dan memperluas jaringan dengan berbagai komunitas atau melalui forum resmi seperti konferensi pemuda se-dunia. Tujuan ini pun dapat diperluas sehingga tidak hanya menciptakan jaringan informasi saja tetapi dapat terbentuk forum yang membahas segala isu dunia dari hal ringan sampai hal krusial.

Salah satu upaya untuk mewujudkan pemuda/i yang diharapkan diatas, IDEAS Indonesia mengajak pemuda/i untuk mengikuti Program Pemuda Delegasi Indonesia (PPDI). Dalam PPDI #1 pemuda/i Indonesia berkunjung ke Singapura dan PPDI #2 berkunjung ke Singapura dan Malaysia. Nantinya pemuda/i ini diajak untuk menggali pengalaman dan pengetahuan pada dua negara ASEAN tersebut. Adapun kegiatannya tidak lepas dari edukasi di beberapa universitas ternama, mengunjungi tempat bersejarah dan destinasi menarik lainnya.

Baca Juga: Singapura menjadi target PPDI 2020

Baca Juga: Belajar dari Dua Negara ASEAN

Unduh Panduan PPDI #2 di sini

Itulah beberapa alasan perlu menjadi pemuda delegasi Indonesia. Banyak manfaat yang akan diperoleh saat mendelegasikan dirinya ke luar negeri. Diharapkan setelah berkunjung ke Singapura dan Malaysia maka pemuda/i dapat belajar hal baik dan mampu mengimplementasikannya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *