Delegasi Pemuda Indonesia Belajar Pendidikan di Singapura

Awal Februari 2020 menjadi kesempatan berharga bagi delegasi pemuda Indonesia. Tepatnya tanggal 4-6 Februari 2020,  sekitar 64 peserta berkesempatan  menimba ilmu di Singapura. Kesempatan ini diselenggarakan oleh IDEAS for Indonesia dalam Program Pemuda Delegasi Indonesia (PPDI #1).

Para peserta mengunjungi beberapa titik lokasi di Singapura. Di antaranya universitas terbaik se-Asia yakni National University of Singapura (NUS), Garden by the Bay, Art Science Museum, Merlion Park dan China Town.

Agenda PPDI #1 Singapura 2020

Dalam waktu 3 hari 2 malam, peserta menjalani berbagai kegiatan selama di Singapura. Misi utama pendelegasian agar pemuda yang terpilih baik jalur fully funded maupun partial funded ini mampu mempelajari pendidikan yang diterapkan di sana. Peserta mengikuti seminar mengenai pendidikan dengan 2 pembicara hebat. Pembicara pertama adalah Dr. Thomas Chong seorang Direktur Hubungan External, James cook University dan pembicara kedua adalah Endina Asri Widartama seorang Pendiri Learn Indonesian Asia PTE. LTD. Singapore.  Seminar ini diselenggarakan di NUS.

Seluruh Delegasi PPDI #1 berfoto bersama pembicara di NUS

Selain itu, peserta melakukan Campus Tour serta sharing session bersama PINUS (Perhimpunan Indonesia National University of Singapore). Adapun kegiatan lainnya menjadi misi penunjang seperti Field trip ke Art Science Museum, Merlion Park, Garden by the Bay dan China Town.

Seluruh Delegasi berfoto bersama seusai sharing session dengan PINUS
Delegasi PPDI #1 sedang mengikuti campus tour di NUS
 
Para delegasi PPDI #1 mengikuti sesi Field trip ke Garden by the Bay
Delegasi PPDI #1 field trip ke Art Science Museum

Testimoni Para Delegasi PPDI #1

Priska Fadhila – Delegasi Fully Funded PPDI #1

Beberapa delegasi PPDI #1 mengatakan termotivasi mengikuti program ini karena mereka yakin bisa mendapatkan keuntungan baik dari pengetahuan maupun pengalaman selama berada di luar negeri. Salah satunya, Delegasi Fully Funded yakni Priska Fadhila. Ia yakin bahwa program ini akan membawa keuntungan baginya. “Motivasi saya mengikuti acara IDEAS For Indonesia tentunya akan mendapatkan gain experience and knowledge. Sehingga saya berharap pengalaman belajar di luar negeri ini bisa memberikan sumbangsih pemikiran demi memperbaiki pendidikan Indonesia. Terlebih lagi, ada pemberian materi dari pembicara yang berpengalaman. Belajar bersama pemateri dari Dr. Thomas Chong dan Miss Endina itu memberikan banyak value dan masukan. Pesan dari Miss Endina ketika kamu mau menginginkan sesuatu dan berusaha maka kamu pasti bisa. Sementara pesan dari Dr. Thomas Chong yang saya ingat adalah kegagalan tidak akan berarti apa-apa ketika kamu tetap mencoba. Itulah yang menjadi underline saya,” ujar Priska.

Priska pun mengatakan bahwa yang patut ditiru dari Singapura terutama di NUS adalah tingkat semangat belajar mahasiswanya atau ethos learning youth. Mereka bekerja keras dan fokus untuk mencapai impian mereka. Mereka juga pandai memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh kampus. Iklim kampusnya sangat baik untuk pembelajaran. “Fasilitas yang baik, ketika didukung dengan stake holder yang baik pula akan menghasilkan output yang baik pula,” lanjutnya.

Langkah selanjutnya setelah mengikuti PPDI #1, Priska kembali mengajar di sekolah. Priska akan merange program anak-anak yang dulunya konvensional perlahan-lahan diganti menjadi konstekstual. Ia ingin memperbanyak project mengadopsi pembelajaran di NUS, di mana mahasiswanya belajar dari modul sesuai dengan ciri khas campus townnya masing-masing.

“Saya akan mencoba hal seperti itu sehingga anak didik saya akan terbiasa untuk critical thinking, problem solving dan cooperative dengan tim dan berkompetisi dengan baik. Iklim pembelajaran ini baik untuk diterapkan sehingga anak didik tersebut siap untuk menghadapi tantangan kehidupan kedepannya,”ungkapnya. Baginya menjadi delegasi PPDI #1 akan memberikan referensi/pandangan baru terkait model dan metode pembelajaran yang lebih baik untuk diterapkan.

Gufran – Delegasi Partial Funded

Salah satu dari delegasi partial funded, yakni Gufran mengatakan motivasinya mengikuti program dari IDEAS for Indonesia karena beberapa hal. “Motivasi saya adalah ingin merasakan pengalaman ke luar negeri, membangun relasi dengan pemuda di seluruh Indonesia yang menjadi delegasi ke luar negeri serta teman yang berkuliah di luar negeri serta saya ingin merasakan sensasi dan pengalaman berkuliah di luar negeri,” kata Gufran.

Gufran memilih bergabung dengan program IDEAS for Indonesia karena salah satu tujuan kunjungannya itu kampus ternama se-Asia yakni NUS. Selain itu, Gufran menyadari event bergengsi seperti ini baik untuk personal brandingnya. “Dengan adanya bukti saya pernah ke Singapura mengikuti sharing session, campus tour dan seminar session di NUS akan menambah value tersendiri.”

Gufran mengatakan goal utamanya mengikuti program tersebut  adalah sharing session bersama PINUS. “Secara gamblang dan detail mereka mampu menjelaskan terkait kampus mereka. Sehingga saya termotivasi untuk meraih beasiswa di luar negeri. Acara itu menurut saya sudah sangat cukup. Tetapi ternyata tidak hanya disitu, ada seminar bersama Dr. Thomas Chong dan Miss Endina serta adanya campus tour. Itu melebihi ekspektasi saya. Ditambah lagi dengan mengunjungi Merlion Park, Garden by The bay, Science Art Museum, dan China Town, menurut saya itu merupakan bonus yang rekomended.” Kata Gufran yang berstatus mahasiswa di UIN Alauddin Makassar.

Takayani Febrianti – Delegasi Partial Funded

Delegasi lainnya yang mengatakan tertarik bergabung dengan program IDEAS for Indonesia adalah Takayani Febrianti. Takayani beralasan bahwa ini merupakan event internasional sebab itulah ia begitu tertarik. Terlebih lagi destinasi negara kunjungan ini adalah Singapura, sebuah negara yang memiliki kampus terbaik berupa NUS.

Takayani memandang bahwa PPDI #1 menjadi peluang yang baik untuk menumbuhkan kembali semangatnya melanjutkan S2nya. Ia yang kini bekerja di salah satu perusahaan Jepang, mengatakan bahwa banyak informasi yang menginspirasinya untuk berkuliah lagi sehingga ia tidak bingung dengan alur dan ranah untuk melanjutkan studi tersebut.

Selain itu, hal lain yang ia dapatkan dengan mengikuti program dari IDEAS for Indonesia adalah akses untuk bertemu orang baru. “Dengan bertemu dengan orang baru, saya mendapatkan ide baru dan sudut pandang yang baru,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *